Peta kebakaran langsung Indonesia
Peta kebakaran langsung Indonesia
Peta langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, diperbarui terus-menerus dari deteksi titik panas satelit NASA. Musimnya berlangsung Juni hingga Oktober dan didorong oleh kebakaran lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan, yang memicu kabut asap regional dan jauh lebih parah pada tahun El Niño; Jawa dan Nusa Tenggara terbakar lebih lambat, Agustus hingga Oktober. Lihat di mana api sedang menyala saat ini, seberapa besar intensitasnya, dan tingkat bahaya di setiap provinsi.
⚠️ Kebakaran yang ditampilkan adalah deteksi panas otomatis dari satelit NASA FIRMS. Data ini belum diverifikasi di lapangan dan tidak 100% akurat — bisa mencakup alarm palsu (panas industri, suar gas, pantulan matahari) atau melewatkan kebakaran kecil atau yang tertutup awan. Jangan gunakan peta ini untuk keputusan keselamatan; selalu ikuti sumber darurat resmi.
Kebakaran signifikan
- Kumpeh✓ Terkonfirmasi290 MW
- Nipah Panjang✓ Terkonfirmasi26 MW
- Tengah Ilir✓ Terkonfirmasi16 MW
- Sadu✓ Terkonfirmasi18 MW
- Sumay✓ Terkonfirmasi18 MW
- Bumiaji✓ Terkonfirmasi28 MW
- Domas✓ Terkonfirmasi25 MW
- Nganjuk✓ Terkonfirmasi27 MW
- Jawa Timur✓ Terkonfirmasi36 MW
- Bondowoso✓ Terkonfirmasi40 MW
- Ketapang✓ Terkonfirmasi380 MW
- Ketapang✓ Terkonfirmasi117 MW
- Ketapang✓ Terkonfirmasi59 MW
- Ketapang✓ Terkonfirmasi155 MW
- Ketapang✓ Terkonfirmasi394 MW
- Banjar✓ Terkonfirmasi32 MW
- Tanah Bumbu✓ Terkonfirmasi353 MW
- Kalimantan Selatan✓ Terkonfirmasi21 MW
- Kotabaru✓ Terkonfirmasi21 MW
- Tanah Laut✓ Terkonfirmasi25 MW
- Katingan✓ Terkonfirmasi149 MW
- Sampit✓ Terkonfirmasi385 MW
- Lamandau✓ Terkonfirmasi117 MW
- Seruyan✓ Terkonfirmasi657 MW
- Katingan✓ Terkonfirmasi30 MW
- Paser✓ Terkonfirmasi18 MW
- Paser✓ Terkonfirmasi56 MW
- Penajam Paser Utara✓ Terkonfirmasi21 MW
- Kalimantan TimurMungkin49 MW
- Tanah Grogot✓ Terkonfirmasi19 MW
- Belitung✓ Terkonfirmasi105 MW
- Bangka Tengah✓ Terkonfirmasi287 MW
- Kepulauan Bangka Belitung✓ Terkonfirmasi23 MW
- Bangka Barat✓ Terkonfirmasi24 MW
- Kepulauan Bangka Belitung✓ Terkonfirmasi119 MW
- Lampung Timur✓ Terkonfirmasi53 MW
- Lampung Timur✓ Terkonfirmasi117 MW
- Mesuji✓ Terkonfirmasi18 MW
- Gedung Meneng✓ Terkonfirmasi32 MW
- Mesuji✓ Terkonfirmasi15 MW
- Buru Selatan✓ Terkonfirmasi16 MW
- Buru✓ Terkonfirmasi20 MW
- Buru Selatan✓ Terkonfirmasi89 MW
- Maluku Tengah✓ Terkonfirmasi24 MW
- Buru✓ Terkonfirmasi39 MW
- Nusa Tenggara Barat✓ Terkonfirmasi46 MW
- Kecamatan Tambora✓ Terkonfirmasi29 MW
- Sumbawa✓ Terkonfirmasi52 MW
- Bima✓ Terkonfirmasi17 MW
- Bima✓ Terkonfirmasi24 MW
- Timor Tengah Selatan✓ Terkonfirmasi20 MW
- Kefamenanu✓ Terkonfirmasi29 MW
- Manggarai Timur✓ Terkonfirmasi57 MW
- Manggarai Timur✓ Terkonfirmasi26 MW
- Nusa Tenggara Timur✓ Terkonfirmasi25 MW
- Maima✓ Terkonfirmasi61 MW
- Papua✓ Terkonfirmasi50 MW
- Merauke✓ Terkonfirmasi38 MW
- Boven Digoel✓ Terkonfirmasi48 MW
- Merauke✓ Terkonfirmasi18 MW
- Wawondula✓ Terkonfirmasi99 MW
- Wawondula✓ Terkonfirmasi27 MW
- Sulawesi Selatan✓ Terkonfirmasi17 MW
- Poleonro✓ Terkonfirmasi28 MW
- Anggeraja✓ Terkonfirmasi19 MW
- Wangi-Wangi✓ Terkonfirmasi16 MW
- Konawe Selatan✓ Terkonfirmasi56 MW
- Kolaka Timur✓ Terkonfirmasi22 MW
- Konawe✓ Terkonfirmasi33 MW
- Kolaka✓ Terkonfirmasi24 MW
- Sumatera Selatan✓ Terkonfirmasi41 MW
- Cengal✓ Terkonfirmasi101 MW
- Cempaka✓ Terkonfirmasi26 MW
- Pedamaran Timur✓ Terkonfirmasi59 MW
- Sumatera Selatan✓ Terkonfirmasi103 MW
Hari-hari terakhir
Yang bisa Anda pantau di sini
Kebakaran per provinsi
Pemantauan kebakaran langsung untuk seluruh 38 provinsi di Indonesia, diperbarui terus-menerus — buka sebuah provinsi untuk peta kebakaran dan tingkat bahayanya:
| Provinsi | Kebakaran aktif | Bahaya kebakaran |
|---|---|---|
| Aceh | 0 | — |
| Sumatera Utara | 0 | — |
| Sumatera Barat | 0 | — |
| Riau | 0 | — |
| Kepulauan Riau | 0 | — |
| Jambi | 10 | — |
| Bengkulu | 0 | — |
| Sumatera Selatan | 55 | — |
| Kepulauan Bangka Belitung | 16 | — |
| Lampung | 16 | — |
| DKI Jakarta | 0 | — |
| Jawa Barat | 0 | — |
| Banten | 0 | — |
| Jawa Tengah | 0 | — |
| DI Yogyakarta | 0 | — |
| Jawa Timur | 12 | — |
| Kalimantan Barat | 44 | — |
| Kalimantan Tengah | 117 | — |
| Kalimantan Selatan | 18 | — |
| Kalimantan Timur | 22 | — |
| Kalimantan Utara | 0 | — |
| Sulawesi Utara | 1 | — |
| Gorontalo | 2 | — |
| Sulawesi Tengah | 5 | — |
| Sulawesi Barat | 0 | — |
| Sulawesi Selatan | 7 | — |
| Sulawesi Tenggara | 11 | — |
| Bali | 0 | — |
| Nusa Tenggara Barat | 10 | — |
| Nusa Tenggara Timur | 14 | — |
| Maluku | 6 | — |
| Maluku Utara | 3 | — |
| Papua | 41 | — |
| Papua Barat | 3 | — |
| Papua Selatan | 0 | — |
| Papua Tengah | 0 | — |
| Papua Pegunungan | 0 | — |
| Papua Barat Daya | 0 | — |
Kota utama yang tercakup: Banda Aceh · Lhokseumawe · Langsa · Sabang · Medan · Binjai · Pematangsiantar · Tebing Tinggi · Sibolga · Padang · Bukittinggi · Payakumbuh · Pariaman · Pekanbaru · Dumai · Bengkalis · Duri · Tanjungpinang · Batam · Jambi · Sungai Penuh · Muaro Bungo · Bengkulu · Curup · Manna · Palembang · Prabumulih · Lubuklinggau · Lahat · Pangkalpinang
Tentang peta kebakaran ini
Fire Map Today menampilkan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dalam satu tampilan langsung, dibangun dari deteksi panas satelit NASA. Deteksi berdekatan dari kebakaran yang sama dikelompokkan menjadi satu peristiwa kebakaran dengan halamannya sendiri, dan setiap hari diarsipkan sehingga Anda dapat menelusuri seluruh musim. Situs ini menerbitkan ulang data publik dan bukan layanan peringatan resmi — SiPongi (KLHK) tetap menjadi rujukan nasional.
Cara kerja peta ini
Perkecil untuk gambaran nasional; perbesar dan deteksi satelit individual akan muncul. Kebakaran diwarnai berdasarkan intensitas dan setiap provinsi diwarnai berdasarkan tingkat bahayanya. Satelit melintas beberapa kali sehari dan tidak dapat menembus awan atau asap tebal, sehingga kebakaran nyata bisa terlewat berjam-jam dan sebagian sumber panas bukan kebakaran — selalu periksa sumber resmi.
Dari mana data berasal
Deteksi kebakaran aktif berasal dari NASA FIRMS (sensor VIIRS dan MODIS). Batas provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan berasal dari geoBoundaries. Rujukan nasional untuk kebakaran hutan dan lahan adalah SiPongi, yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam keadaan darurat hubungi 113 untuk pemadam kebakaran atau 112.
SiPongi — KLHK · NASA FIRMS
Musim kebakaran di Indonesia
Musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berlangsung Juni hingga Oktober. Pendorong utamanya adalah kebakaran lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan, yang membakar karbon di bawah permukaan, sulit dipadamkan, dan menghasilkan kabut asap yang menyebar ke negara tetangga. Tahun El Niño memperparah keadaan secara tajam. Jawa dan Nusa Tenggara terbakar lebih lambat, Agustus hingga Oktober.
- J
- F
- M
- A
- M
- J
- J
- A
- S
- O
- N
- D
Bulan yang disorot adalah puncak musim kebakaran.
| Wilayah | Kapan | Mengapa |
|---|---|---|
| Sumatera dan Kalimantan | Jun–Okt | Lahan gambut dalam; api bawah permukaan dan kabut asap regional. |
| Jawa | Agu–Okt | Lahan pertanian, padang rumput, dan lereng gunung pada musim kemarau. |
| Nusa Tenggara | Jul–Okt | Musim kemarau terpanjang di Indonesia; sabana kering. |
Lembaga resmi kebakaran di Indonesia
- SiPongi (KLHK) — Sistem pemantauan karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
- BNPB — Badan Nasional Penanggulangan Bencana
- Pemadam kebakaran — Layanan pemadam kebakaran Telepon: 113